SMA Negeri 12 Kupang walaupun telah ganti Kepala Sekolah tetapi tetap mempertahankan transparansi keuang sekolah
Berganti Kepala Sekolah, Komitmen Transparansi Keuangan SMAN 12 Kupang Tetap Terjaga
Kupang – Pergantian kepemimpinan di SMA Negeri 12 Kupang tidak menjadi alasan untuk menghentikan praktik tata kelola sekolah yang transparan dan akuntabel. Meskipun telah terjadi pergantian Kepala Sekolah, komitmen SMA Negeri 12 Kupang untuk menjaga keterbukaan dalam pengelolaan keuangan sekolah tetap dipertahankan dan terus diperkuat.
Transparansi keuangan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kepercayaan antara sekolah, orang tua/wali peserta didik, komite sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterbukaan informasi mengenai perencanaan, penganggaran, serta penggunaan sumber dana sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sekolah memandang bahwa setiap sumber dana yang dikelola harus dapat dipertanggungjawabkan dan digunakan untuk mendukung penyelenggaraan serta peningkatan mutu pendidikan.
Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah dilaksanakannya sosialisasi pendanaan pendidikan dan transparansi penggunaan dana Iuran Pengembangan Pendidikan (IPP) kepada orang tua/wali peserta didik kelas X.
Dalam kegiatan tersebut, orang tua/wali peserta didik diberikan penjelasan mengenai Pergub NTT Nomor 53 Tahun 2025 tentang Pendanaan Pendidikan, sekaligus memperoleh informasi mengenai kebijakan pendanaan pendidikan yang diterapkan di sekolah.
Tidak hanya memberikan sosialisasi, sekolah juga membuka ruang keterbukaan melalui pemaparan Rencana Anggaran Belanja (RAB) SMA Negeri 12 Kupang oleh bendahara sekolah. Pemaparan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran kepada orang tua mengenai program, kegiatan, kebutuhan anggaran, serta sumber pendanaan yang direncanakan untuk mendukung operasional dan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
Kepala SMA Negeri 12 Kupang menegaskan bahwa transparansi keuangan merupakan komitmen kelembagaan, bukan bergantung pada siapa yang menjabat sebagai kepala sekolah.
“Pergantian kepala sekolah tidak boleh mengubah komitmen sekolah terhadap transparansi dan akuntabilitas. Apa yang sudah baik harus kita pertahankan dan terus kita tingkatkan. Pengelolaan keuangan sekolah harus terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan berorientasi pada kepentingan peserta didik,” tegasnya.
Menurutnya, keberlanjutan tata kelola yang baik merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Setiap pimpinan yang diberikan amanah untuk memimpin sekolah memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan praktik-praktik baik yang telah dibangun sekaligus melakukan perbaikan apabila masih terdapat kekurangan.
Dalam forum tersebut, orang tua/wali peserta didik juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, saran, dan masukan. Dialog terbuka ini diharapkan dapat menciptakan komunikasi yang sehat antara sekolah dan orang tua sehingga setiap kebijakan yang berkaitan dengan pendanaan pendidikan dapat dipahami secara bersama.
Transparansi juga dipandang bukan sekadar menyampaikan laporan mengenai pemasukan dan pengeluaran dana, tetapi merupakan bagian dari budaya tata kelola sekolah yang sehat. Dengan keterbukaan tersebut, sekolah berharap seluruh warga sekolah dan orang tua dapat mengetahui bahwa setiap perencanaan anggaran diarahkan untuk mendukung kebutuhan peserta didik dan pencapaian tujuan pendidikan.
Pergantian kepemimpinan di SMA Negeri 12 Kupang dengan demikian menjadi momentum untuk memperkuat keberlanjutan program dan tata kelola yang sudah berjalan. Kepemimpinan boleh berganti, tetapi komitmen terhadap integritas, transparansi, dan akuntabilitas harus tetap berjalan.
Melalui keterbukaan pengelolaan keuangan, SMA Negeri 12 Kupang berkomitmen membangun sekolah yang tidak hanya unggul dalam proses pembelajaran, tetapi juga memiliki tata kelola yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan dipercaya oleh masyarakat.
Bagi SMA Negeri 12 Kupang, kepercayaan orang tua dan masyarakat merupakan modal penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Karena itu, transparansi keuangan akan terus menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik.